Terduga Pelaku Pembunuhan di Dalam Hotel Berhasil Diamankan Polisi

  • Whatsapp

TERASKATA, Bontang – Terduga pelaku pembunuhan seorang perempuan di kamar hotel pada Jumat (04/09/2020) berhasil diamankan polisi.

Terduga pelaku berinisial H (30) diciduk di Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (04/09/2020) malam.

Bacaan Lainnya

Pengungkapan kasus ini dibantu Jatanras Polda Kaltim, Polsek Muara Jawa, dan jajaran Polsek Bontang.

Awalnya polisi sempat kesulitan melacak identitas H (30). Namun, berkat alat inafis, akhirnya terduga pelaku berhasil diketahui. Hingga polisi melakukan penyelidikan lebih mendalam.

Sabtu (05/09/2020), Polres Bontang, telah merilis pengungkapan dugaan kasus pembunuhan tersebut.

Terduga pelaku merupakan warga Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara. Sedang korban berinisial M (41) merupakan janda tiga anak yang tinggal di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang. Keduanya memiliki hubungan kekasih.

Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo mengatakan H (30) sempat melairkan diri ke Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sebelum diciduk, H (30) juga sempat berniat melakukan aksi bunuh diri dengan meminum baigon.

“Tapi kesigapan dan kecepatan tim, tindakan itu bisa dicegah,” ungkap Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, dugaan pembunuhan tersebut dilakukan usai keduanya berhubungan layaknya suami istri, sebanyak tiga kali.

Saat itu, pelaku berbaring di pangkuan korban. Namun, dirinya kesal dan merasa tersinggung saat diejek oleh korban “gigimu tajam kayak drakula”.

Ditambah, saat korban meminta untuk dinikahi oleh pelaku dengan jujuran (mahar) sebanyak Rp 25 Juta.

Merasa tertekan, pelaku kemudian menggenggam erat pergelangan tangan korban. Korban pun berkata “belum jadi suami sudah kasar”.

“Dari situ terduga pelaku tersinggung dan merasa jengkel, hingga menganiaya korban, ” terang Kapolres.

Saat ini, terduga pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Bontang.

“Terduga pelaku dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun dan pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Pos terkait