Muhammad Irfan Siap Kawal Perda Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja Lokal

  • Whatsapp
Anggota DPRD Kota Bontang, Muhammad Irfan

TERASKATA.id, Bontang – Anggota DPRD Bontang, Muhammad Irfan menyoroti keluhan sulitnya masyarakat di Kota Taman mencari lapangan pekerjaan. Padahal menurutnya Bontang dikelilingi perusahaan yang besar.

Politis Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyarankan agar Dinas terkait serta perusahaan dapat bekerjasama lebih baik lagi dengan menggelar pelatihan kepada masyarakat agar dapat diterima di dunia kerja.

Bacaan Lainnya

“Jadi jangan setengah-setengah, dibuat handal betul mereka baru dilepas,” terangnya kala ditemui di sekretariat DPRD Bontang belum lama ini. 

Disinggung soal kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bontang, Irfan sangat yakin dengan kapasitas dan kemampuan masyarakat Bontang. Berdasarkan pengalamannya bekerja dengan warga lokal, Irfan mengatakan banyak warga Bontang dimintai perusahaan luar, khususnya untuk welder (juru las). 

“Kalau ada yang bilang kualitas SDM Bontang kurang, saya menentang itu. Khususnya welder, mereka banyak diminati, bahkan tidak sedikit yang kerja di luar negeri,” ujarnya. 

Lebih jauh, anggota fraksi Amanat Nurani Rakyat (Annur) itu berharap agar seluruh perusahaan yang beroperasi di Bontang mematuhi Peraturan Daerah (Perda) kota Bontang nomor 10 tahun 2018 tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 1 tahun 2009 tentang rekrutmen dan penempatan tenaga kerja. 

Dalam Perda tersebut tertuang tentang rekrutmen dan penempatan tenaga kerja, yang didalamnya mewajibkan perusahaan mengakomodir 75 persen tenaga kerja lokal. Secara pribadi, dia membawa misi mengawal ketat perda itu. 

“Saya di depan untuk mengawal perda ini,” tegasnya.

Diketahui, tahun lalu, jumlah lowongan kerja yang tersedia hanya 2.707 dan menyerap 1.623 tenaga kerja. Sedangkan jumlah pencari kerja mencapai 10.602 orang.

Pos terkait