Konten Video Miliknya Digunakan Tanpa Izin, Boleh Media Polisikan 2 Akun Facebook

  • Whatsapp

TERASKATA, Bontang – Dua pemilik akun Facebook dengan nama Frans M dan Adipt Maraja dipolisikan, Selasa (08/09/2020).

Kedua akun facebook tersebut diduga melanggar hak cipta. Keduanya disebut telah memotong, mengedit dan mengunggah video milik Boleh Media Official.

Bacaan Lainnya

Saharuddin, pemilik akun youtube Boleh Media Official merasa keberatan. Ia tak terima video yang dibuat dan unggah diakun youtubenya itu digunakan tanpa seizin dirinya. Bahkan dicomot dan dipenggal. Akibatnya makna dari isi video itu telah berubah. Tidak tersampaikan seutuhnya.

“Atas dasar itu, kami melayangkan laporan ke polisi,” ungkapnya saat jumpa pers, Selasa (08/09/2020) siang.

Disampaikan Saharuddin, ada 3 video yang disoal. Salah satunya video yang berisi pemaparan visi misi salah satu paslon yang dipotong dan disisipkan emot tertawa. Kemudian dibandingkan dengan video paslon lain. Video tersebut lantas di unggah, kemudian dibagikan oleh kedua akun tersebut.

Ditempat yang sama, Akbar, tim konten kreator youtube Boleh Media Official menambahkan, video yang ia unggah sekitar satu bulan lalu itu, merupakan video personal branding salah satu paslon yang secara profesional bekerjasama dengan pihaknya. Ia merasa keberatan atas pemenggalan video karyanya itu.

Dia menegaskan, pelaporan tersebut tidak ada kaitannya dengan unsur politik atau paslon yang ada didalam video tersebut.

“Pelaporan ini murni merupakan keberatan pihak kami sebagai pembuat dan pemilik video. Ini tidak ada kaitannya dengan paslon yang ada dalam video itu, ” tegasnya menambahkan.

Sementara itu, kuasa hukum Saharuddin, Risnal menerangkan, paslon yang ada didalam video tersebut, tidak mempersoalkan hal itu. Kata dia, pemilik dan pembuat videolah yang merasa keberatan karena kreatifitasnya di ubah tanpa seizin darinya.

Keduanya dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 32 ayat (1) Undang-undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang, No.19 Tahun 2016.

Pasal tersebut berbunyi, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun, mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan/atau dokumen milik orang lain atau milik publik.

“Jika terbukti, pelaku bisa diancam hukuman 8 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 2 milyar,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu pemilik akun facebook yang dilaporkan, Frans M atau Frans Micha menanggapi santai laporan tersebut.

Menurutnya laporan itu merupakan bentuk arogansi terhadap orang yang mengkritisi sesuatu.

Frans justru mempertayakan hak cipta untuk video tersebut. Ia anggap hal itu sudah menjadi konsumsi publik.
Dikatakan Frans, motif dari penayangan video itu adalah Politik.

“Masyarakat berhak mengkritisi, menilai, terhadap tayangan – tayangan yang bertujuan politik,” ungkapnya.

Frans juga menjelaskan, dalam video yang diuanggah, ia hanya menanggapi dan membuat pembanding atas pemaparan yang disampaikan oleh paslon yang ada dalam video milik Boleh Media Official.

“Ini masuk juga respon saya sebagai pemilih Bontang. Sebagai pemilih suara di Bontang, saya mempunyai hak pilih untuk membandingkan sesuatu yang akan dan sedang terjadi sekarang,” ujarnya. (**)

Pos terkait