Kapolres Tegaskan Tak Ada Pencurian Organ Tubuh

  • Whatsapp
Video Hotman Paris Hutapea.

TERASKATA, Samarinda – Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Samarinda, Kalimantan Timur, Komisaris Besar Polisi Arif Budiman menegaskan, tidak ada pencurian organ tubuh pada kasus kematian bocah berusia emat tahun, Ahmad Yusuf Gazali yang diguga menjadi korban penculikan.

Menurut Kapolres, pihaknya telah melakukan penyidikan terhadap asus tersebut. Dari hasil penyidikan, Yusuf hanyut di sungai selama 16 hari dan organ tubuhnya tidak terdapat tindak kekerasan.

Bacaan Lainnya

”Tidak ada mengarah ke sana. Ini kasus lalainya pengasuh yang mengakibatkan meninggalnya anak tersebut,” kata Kapolres, Jumat, (21/0220) dikutip dari tagar.id.

Apa yang disampaikan Kapolres, menurutnya sesuai dengan hasil dokter forensik di Samarinda yang tidak menemukan unsur kekerasan di tubuh Yusuf.

Untuk memperkuat bukti tambahan laporan forensik, Polres Samarinda menggandeng tim Forensik dari Mabes Polri dalam melakukan otopsi kembali jasad Yusuf. Sampai saat ini hasil otopsi belum keluar.

”Tidak ada mengarah ke sana. Ini kasus lalainya pengasuh yang mengakibatkan meninggalnya anak tersebut,” tegasnya.

Kapolres memastikan, tidak ada kasus yang ditutupi. Jika kedepan ditemukan bukti-bukti baru, maka pihaknya bekerja secara profesional dan akan mengungkap fakta-fakta di lapangan.

Menurut Arif, pihaknya sudah melakukan penahanan terhadap Tri Suprana Yanti dan Marliana sebagai pengasuh di penitipan anak Jannatul Atfhal tempat Yusuf hilang. Keduanya dikenakan pasal 359 KUHP tentang kelalaian mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

Sekedar diketahui, Yusuf Ahmad Ghazali, bayi berusia 4 tahun ditemukan tak bernyawa di selokan. Organ tubuhnya hilang. Melisari, ibunda Yusuf menangis di depan pengacara Hotman Paris Hutapea, mengadukan nasib tragis anaknya. (*)

Pos terkait