Kadin Lapor ULP Bontang ke Kejari

  • Whatsapp
Kadin Bontang Melaporkan ULP Pemda Bontang ke Kejaksaan Negeri.

TERASKATA.id, Bontang – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Bontang melaporkan Unit Lelang dan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kabupaten (Pemda) Bontang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang, Jumat (23/8/2019).

ULP dilapor atas dugaan pengayalahgunaan wewenang. ULP diduga terlibat kongkalikong dengan salah seorang kontraktor yang sedang mengikuti lelang di Pemda Kota Bontang.

Bacaan Lainnya

Ketua Kadin Bontang, Hermam Saribanong bersama rekannya, Nahliani N Husain menilai ada praktik persaingan tidak sehat di internal ULP Bontang. Pasalnya, ia mendapati ada dua perusahaan yang dimenangkan dalam sebuah tender proyek meski cacat administrasi.

”Ada perusahaan asal luar Bontang menang proyek walaupun sudah melebih batas Sisa Kemampuan Paket (SKP),” ujar Herman kepada wartawan saat menggelar press conference di Kantor Kejari.

Dijelaskan, SKP merupakan aturan main yang mengatur jumlah paket proyek tiap perusahaan. Masing-masing perusahaan hanya diperbolehkan mendapat 5 proyek selama satu tahun.
Hanya saja, dua perusahaan asal luar Bontang ini menang proyek melebihi batasan SKP yang ditetapkan.

”Ini yang kami adukan, ada dugaan penyalahgunaan jabatan di ULP Bontang,” ujarnya.

Sementara itu, rekannya Nahliani menambahkan kasus pelanggaran SKP ini tak berlaku surut kepada seluruh penyedia (peserta lelang). Baru-baru ini sebuah perusahaan gagal menang tender lantaran batasan SKP miliknya telah lebih 5 kali.

”Ini ada tebang pilih dong, harus diusut,” ujarnya.

Pantauan teraskata.id, rombongan Kadin Bontang diterima oleh Kasi Pidana Umum, Kejari Syaiful Anwar. Pasalnya, Pelaksana Harian (Plh), dan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) sedang berada di luar.

”Kami yang terima kebetulan semua pejabat lagi dinas, tapi kami minta mereka kirim laporan tertulis lengkap dengan lampiran bukti-bukti,” ujar Kasi Syaiful kepada wartawan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian ULP Bontang, Agung mengaku belum mengetahui terkait permasalah tersebut. Pihaknya baru mengecek ke sistem dua perusahaan yang dimaksud.

”Saya cek ke sistem dulu yah,” ujar Agung melalui pesan singkat. (*)

Pos terkait