Ibukota Negara Pindah Ke Kaltim, Generasi Milenial Bontang Harus Siap Bersaing

  • Whatsapp
Diskusi Awal Tahun Borneo Muda, Bertempat di Onepresso Cafe, Jalan Pangeran Suryanata, Jumat (17/01/2019)

TERASKATA.id, Bontang – Pindahnya Ibukota Negara ke Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi perbincangan hangat belakangan ini dikalangan masyarakat luas, tak terkecuali kaum milenial di Kota Bontang. Menyikapi hal ini, Organisasi Borneo Muda menggagas diskusi awal tahun bertajuk “Peran Generasi Milenial dan Kesiapan Pemuda Bontang dalam Menghadapi Perpindahan Ibukota Baru”, Jumat (17/01/2020).

Membuka acara diskusi, Presedium Borneo Muda Rina Megawati menjelaskan, seminar ini sengaja digelar karena memang selama dirinya konsen dengan isu perpindahan ibukota baru. Apalagi, Borneo Muda juga terlibat aktif mendorong adanya nama menteri dari Kaltim.

Bacaan Lainnya

“Kami berharap, semua mengawal perpindahan ibukota negara baru bisa menguntungkan masyarakat Kaltim. Termasuk para pemuda di Bontang,” harapnya.

Diskusi yang dihadiri puluhan mahasiswa, aktivis dan elemen pemuda di Kota Taman menghadirkan para narasumber diantaranya Mantan Walikota Bontang Andi Sofyan Hasdam, Kepala Diskominfo Bontang Dasuki, Ketua HIPMI Bontang Muhammad Aswar dan Sekretaris KAHMI Bontang Junaedi.

Bertempat di Onepresso Cafe, Jalan Pangeran Suryanata, diskusi yang dipandu oleh moderator Muhammad Takbir, banyak mengangkat isu terkait tenaga kerja lokal, potensi pariwisata dan pengembangan infrastruktur di Bontang setelah IKN resmi dipindah ke Kaltim.

Didaulat menjadi pembicara pertama, Sofyan Hasdam mencoba memprovokasi peserta yang hadir. “Momen ini sangat pas untuk memprovokasi pikiran kita semua”, ujar suami Walikota Bontang Neni Moerniaeni ini.

Pria yang pernah menjabat sebagai Walikota Bontang 2 Periode ini menjelaskan, pindahnya Ibukota Negara ke Kalimantan Timur justru menguntungkan masyatakat di Jakarta.

“Dengan pindahnya ibukota justru mengurai persoalan besar yang selama ini dialami warga Jakarta seperti banjir, kemacetan, kepadatan penduduk dan polusi udara”, jelasnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Bontang Dasuki menilai pindahnya IKN sebagai momentum tepat bagi masyarakat Kaltim khususnya generasi milenial untuk berpartisipasi dalam pembangunan negara. Menurut Dasuki, ditetapkannya Kaltim sebagai Ibukota maka Bontang akan menjadi salah satu kawasan industri baru di Indonesia.

“Perlu ada program yang sifatnya berkelanjutan. Kita butuh program peningkatan keterampilan kerja jangka panjang. Perusahaan yang ada di Bontang harus terlibat dalam program ini. Sehingga, ketika aktivitas industri berjalan, kita sudah siap dan tidak menjadi penonton,” jelas pria yang juga menjabat ketua Ika Pakarti Bontang ini.

Sektor jasa menjadi isu yang dipaparkan oleh Muhammad Aswar. Ketua HIPMI Bontang ini mengatakan Bontang harus memiliki fashion tersendiri setelah IKN pindah ke kaltim. Selain dikenal sebagai kota industri, Bontang harus menggarap sektor lain sebagai keunggulan, salah satunya adalah di bidang kesehatan.

“Bontang bisa menjadi daerah tujuan untuk sektor kesehatan. Kota kita ini, sudah memiliki fasilitas kesehatan yang baik, tinggal dikembangkan lagi dan dipromosikan,” katanya.

Senada dengan Aswar, Junaedi yang menjadi narasumber terakhir juga menekankan pada sektor jasa lainnya yakni pariwisata. “Kalau tadi sudah dijelaskan proyeksi Bontang sebagai kawasan industri dan sektor jasa kesehatan, saya coba mengurai pariwisata di Bontang menyikapi pindahnya ibukota ke Kaltim,” ujarnya.

Sekretaris KAHMI Bontang ini mengungkapkan jumlah pengunjung tempat wisata di Kota Taman semakin meningkat tiap tahunnnya. “Dari data terakhir yang saya baca, jumlah pengunjung sejumlah tempat wisata di Bontang tahun 2019 mencapai 421 ribu orang,” kata Junaedi.

Menurutnya, potensi pariwisata ini sangat menjanjikan bagi perekonomian di Kota Bontang setelah IKN resmi pindah ke Kaltim.

“Kalau melihat perencanaan pemindahan Ibukota, nantinya akan ada sekitar 180 ribu ASN yang migrasi ke Kaltim. Para ASN ini kan pasti butuh hiburan atau refreshing saat weekend. Nah, Bontang bisa jadi tempat tujuan mereka berwisata,” pungkasnya. (*)

Pos terkait