Catatan: Menemukan Ketentraman yang Abadi Dengan Cara Mampu Mengendalikan Diri

  • Whatsapp

Oleh : Andi Nur Aini (Mahasiswa IAIN Samarinda)

Pandangan kita terhadap rasa tentram bisa mendatangkan banyak peluang dan kesempatan . Dengan mengendalikan diri kita sendiri dapat membantu kita untuk melawan ketakutan dalam diri kita. Dengan menjadi arif orang akan lebih giat menjadi berikhtiar, dan mengerjakan segalanya demi memikul tanggung jawab.

Bacaan Lainnya

Aristoteles sejak berabad-abad telah mengatakan “Orang yang bijaksana memiliki perasaan batin tentang ihwal yang indah, dan kebijaksanaan tertinggi ialah memercayai ituisi dan membiarkan diri dipandu oleh intuisi itu tersebut jawaban terakhir atas apa yang harus dilakukan manusia ada dalam hatinya sendiri”.

Hidup itu sendiri akan mengajari kita segala hal yang perlu kita ketahui, hanya jika kita membiarkan diri kita hidup. Hidup dengan bebas.

Apakah hidup juga mengjari kita segala hal yang hendak kita ketahui ? tentu saja. Setiap pikiran manusia mempunyau kompas petunjuk arah. Sebagai mana nahkoda yang bijaksana, kita bisa melihat kompas dan ketika kita tahu bahwa kita berada pada arah yang salah, kita akan beralik dan mengarahkan kapal ke arah yang benar.

Tentang ilustrasi kompas ini, bayangkan ketika kita memegang kompas. Pastikan jarumnya menunjuk arah yang benar. Inilah kondisi alami yang sebenarnya. Jarum harus menunjuk ke arah yang tepat. Sekarang bayangkan bermacam kepingan logam diletakkan didekat kompas. Sudah pasti jarum kompas akan bergoyang-goyangan dan menunjukan arah yang salah tetapi ketika semua itu disingkirkan, jarum kompas sekali lagi akan menunjuk ke arah yang benar.

Pikiran manusia bisa diibaratkan seperti itu dalam keadaan bebas pikiran akan akurat, bisa dipercaya, dan kuat. Ia senantisa menunjuka ke arah yang benar. Ia akan menunjuk ke arh yang salah hanya ketika kita membiarkannya dipengaruhi oleh apa yang datang dari luar, yang bersifat merusak.

Kita sudah mengenli banyak gangguan yang berbahaya semisal kecemasan, kegelisahan, dan hambatan-hambataan lainnya.

Pos terkait